Es Pisang Ijo : Kuliner Tradisional yang Tetap Eksis di Era Modern

Pernah nggak, pas duduk siang-siang terus matahari nongol tiba-tiba pikiran kamu melayang ke sesuatu yang manis dan dingin? Buat banyak orang di Indonesia, terutama yang pernah hidup atau main ke Sulawesi Selatan, salah satu makanan pertama yang muncul di kepala adalah es pisang ijo. Hidangan ini bukan cuma soal pisang dan es saja. Dia membawa suasana, nostalgia, dan budaya. Bayangin pisang yang dibalut adonan hijau lembut, disiram fla manis, ditambah sirup merah, parutan es batu, dan kadang kacang tanah sangrai  yang bikin makin pengen makan.

Dari suasana Ramadan, acara keluarga, sampai jajanan favorit anak Makassar, es pisang ijo telah jadi kuliner yang punya tempat khusus di hati banyak orang. Sekilas kelihatannya sederhana, tapi di balik semangkuk es pisang ijo, ada sejarah panjang, perjalanan budaya, sampai inovasi yang bikin dia tetap eksis sampai sekarang. Bahkan di tengah maraknya dessert Korea, minuman boba, dan jajanan viral TikTok, si pisang ijo ini masih tetap jadi juara.

Asal usul Es Pisang Ijo 

Es pisang ijo berasal dari Makassar dan tercipta dari perpaduan tradisi lokal dengan pengaruh perkembangan kuliner modern pada masa kolonial. Meskipun tidak ada catatan tertulis yang menjelaskan siapa penciptanya atau tahun pertama kemunculannya, sejarahnya bisa ditelusuri lewat dua unsur utama: pisang dan es. Pisang sudah lama menjadi bagian penting dalam budaya masyarakat Sulawesi Selatan, baik sebagai bahan makanan maupun simbol adat. Berbagai jenis pisang tumbuh subur di wilayah ini dan sering diolah dalam aneka hidangan tradisional. Sementara itu, penggunaan es baru dikenal masyarakat Indonesia pada abad ke-19, saat es didatangkan oleh kolonial Belanda dan kemudian diproduksi oleh pabrik-pabrik di kota-kota besar. Makassar sebagai pelabuhan penting sejak abad ke-17 memiliki akses terhadap perdagangan dan distribusi es lebih awal dibanding wilayah lain di Indonesia.

Ketika es mulai tersedia secara lokal pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, masyarakat Makassar mulai menggabungkan olahan pisang dengan es untuk menciptakan sajian yang segar. Dari sinilah es pisang ijo berkembang: pisang matang dibungkus adonan tepung beras, santan, dan air daun pandan yang memberi warna hijau alami. Awalnya, kuahnya dibuat dari campuran tepung beras dan santan, namun seiring waktu kuahnya berkembang menggunakan tepung maizena dan dipadukan dengan sirup merah khas Makassar agar rasanya lebih menarik. Hidangan ini kemudian berkembang menjadi ikon kuliner daerah, disajikan bersama es serut, susu kental manis, dan pelengkap lain. Kini, es pisang ijo tidak hanya menjadi bagian dari tradisi kuliner Makassar, tetapi juga telah menyebar ke berbagai kota di Indonesia sebagai makanan penutup populer yang merepresentasikan perpaduan sejarah bahan lokal dan inovasi budaya.

Keunikan Es Pisang Ijo

Es pisang ijo punya pesona yang bikin dia mudah dikenali dan beda dari minuman atau camilan lain.

1. Rasa dan Tekstur yang Berlapis

Dalam satu porsi es pisang ijo,ada  kombinasi rasa dan tekstur yang lengkap. Pisangnya lembut karena sudah matang, lapisan adonannya kenyal dan empuk, kuah santannya memberi rasa gurih yang ringan, sementara sirupnya menambah sentuhan manis yang seger. Kalau ditambah es batu, sensasinya langsung berubah jadi lebih adem dan cocok banget diminum saat cuaca terik. Perpaduan ini bikin siapa pun gampang ketagihan.

2. Bisa Disajikan di Berbagai Momen

Salah satu keunggulan es pisang ijo adalah sifatnya yang fleksibel. Nggak cuma jadi menu buka puasa, tapi juga sering hadir di acara keluarga, pesta kecil, hajatan, sampai dijadikan hidangan penutup di kafe atau restoran.Sekarang, variasinya juga makin kreatif. Banyak yang menambahkan topping modern. 

3. Identitas Kuliner Daerah

Walaupun kini populer di banyak daerah, es pisang ijo tetap membawa ciri khas kuliner Makassar dan Sulawesi Selatan. Hidangan ini jadi salah satu ikon makanan tradisional yang memperkenalkan budaya lokal ke khalayak yang lebih luas. Banyak orang yang akhirnya mengenal Makassar bukan hanya dari wisata atau sejarahnya, tapi dari makanannya dan es pisang ijo jadi salah satu yang paling membekas di ingatan

Cara Membuat Es Pisang Ijo

Buat kamu yang pengen coba bikin sendiri di rumah, tenang! Bahan dan cara buatnya tidak sesulit yang dibayangkan. Yuk, kita lihat resep es pisang ijo yang bisa kamu praktekkan sendiri.

Bahan Kulit:

  • 100 gram tepung beras

  • 1 sdm tepung terigu (buat tekstur lebih halus)

  • 1 sdm gula pasir

  • 300 ml santan cair

  • Sejumput garam

  • Pasta pandan atau air daun pandan suji (buat pewarna alami)

  •  4–5 buah pisang raja atau pisang kepok matang (yang penting pisangnya manis)

Bahan Bubur Sumsum (saus santan):

  • 500 ml santan dari 1/2 butir kelapa

  • 3 sdm tepung beras

  • Sejumput garam

  • 1 lembar daun pandan

Bahan Pelengkap:

  • Sirup merah (biasanya pakai sirup cocopandan)

  • Es batu serut atau es batu biasa yang dihancurkan

Cara Membuat:

  1. Buat kulit hijau: Campurkan semua bahan kulit (tepung beras, terigu, santan, gula, garam, dan pewarna pandan). Aduk rata sampai tidak ada yang menggumpal. Lalu, masak di atas api kecil sambil terus diaduk sampai adonan mengental dan bisa dibentuk.

  2. Ambil selembar plastik atau daun pisang, olesi sedikit minyak. Ambil satu sendok makan adonan hijau, pipihkan, lalu taruh satu buah pisang di atasnya. Bungkus rapat dan bentuk lonjong seperti lontong. Kukus selama 15–20 menit sampai matang.

  3. Buat bubur sumsum: Campur santan, tepung beras, garam, dan daun pandan. Masak dengan api kecil sambil diaduk-aduk sampai mengental dan matang.

  4. Sajikan: Potong-potong pisang ijo yang sudah matang, taruh di mangkuk atau gelas saji. Tambahkan bubur sumsum, sirup merah, dan es serut. 

Dari Tradisional ke Modern: Inovasi yang Nggak Kehilangan Jiwanya

Perkembangan zaman bikin es pisang ijo ikut berevolusi. Mulai dari cara penyajian sampai bentuk bisnisnya. Beberapa inovasi modern yang sering ditemui:Es pisang ijo cup kekinian

  • Dipajang di kulkas minimarket atau dijual lewat aplikasi makanan. Lebih praktis dan tahan lebih lama.

  • Versi topping ala dessert bar
    Ada yang ditambah es krim vanila, bolu, keju, dll

  • Warna yang nggak harus hijau daun
    Beberapa orang pakai pasta pandan instan atau bahkan warna pastel buat tampilan lebih ‘Instagramable’. Ada yang pakai labuu jadi warna nya kuning, ubi yang bikin jadi warna ungu, hal ini bikin tambah menarik banget kan jadi bukan hanya hijau doang.

  • Cafe & street food modern
    Es pisang ijo sekarang dijual berdampingan dengan es kopi susu, roti bakar, dan dessert lainnya. Tapi rasa utamanya tetap dijaga.

Inovasi ini bikin orang yang bahkan belum pernah ke Makassar bisa kenal es pisang ijo. Identitas daerah tetap ada, tapi bentuk dan gaya penyajiannya mengikuti zaman.

Es Pisang Ijo dalam Budaya dan Kehidupan Sosial

Bagi masyarakat Makassar, es pisang ijo bukan cuma camilan biasa. Kehadirannya melekat kuat dalam berbagai aktivitas dan tradisi:

  •  Momen Ramadhan

Saat bulan puasa, es pisang ijo hampir selalu jadi menu buka yang dicari. Rasa manis dan sensasi dinginnya membantu mengembalikan energi setelah seharian berpuasa, sehingga banyak keluarga yang menyiapkannya secara rutin.

  • Acara kebersamaan

Dalam berbagai kumpul keluarga—seperti arisan, ulang tahun, atau selametan—es pisang ijo sering dihidangkan sebagai pencuci mulut atau kudapan pelengkap. Kehadirannya memberi kesan hangat dan akrab.

  • Resep turun-temurun

Banyak keluarga di Sulawesi Selatan yang memiliki versi resep sendiri. Mulai dari jenis pisang yang dipakai, cara membungkus, hingga komposisi santannya sering diwariskan dari generasi ke generasi. Ini jadi bagian dari identitas keluarga.

  • Lambang penyambutan tamu

Menyuguhkan es pisang ijo kepada pengunjung dianggap bentuk penghargaan dan keramahan. Hidangan ini mencerminkan kebiasaan masyarakat yang terbuka dan suka berbagi. Kuliner ini juga memperlihatkan bagaimana orang Sulawesi Selatan memanfaatkan bahan-bahan lokal seperti pisang dan santan, yang bukan hanya mudah ditemukan, tetapi juga punya nilai budaya dalam kehidupan mereka.

Rekomendasi es pisang ijo 

Buat kamu yang penasaran atau ingin menikmati es pisang ijo versi jadi, sekarang sudah banyak tempat yang menjualnya, baik di kota asalnya maupun di luar Sulawesi Selatan. Di Makassar sendiri, Sajian Sop Saudara, Warung Bravo, dan Es Putar Papabon jadi beberapa nama legendaris yang terkenal dengan racikan es pisang ijonya. Di kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, menu ini juga bisa ditemukan di restoran - restoran

Selain itu, banyak UMKM dan brand kekinian yang ikut mengadaptasi camilan ini, misalnya Pisang Ijo Ny. Hendro di Bandung, Es Pisang Ijo Makassar Sari di Jabodetabek, atau es pisang ijo pemuda, es pisang ijo cendana yang sering muncul di aplikasi pesan antar dan di toko mereka sendiri. Bahkan beberapa pusat oleh-oleh dan kedai dessert modern juga menjadikan es pisang ijo sebagai menu andalan karena cocok dinikmati semua usia.

Penutup: Pisang, Es, dan Ingatan yang Tetap Hidup

Pada akhirnya, es pisang ijo bukan sekadar makanan penutup belaka. Hidangan ini mencerminkan kreativitas masyarakat setempat, kehangatan tradisi keluarga, dan kemampuan budaya lokal untuk terus bertahan serta bertransformasi mengikuti zaman.Mulai dari dibuat di dapur nenek-nenek di Makassar, hingga disajikan di kafe modern di kota-kota besar, perjalanannya sudah sangat panjang. Dahulu identik dengan takjil saat bulan puasa, kini es pisang ijo juga tampil sebagai topping dessert kekinian atau menu spesial di restoran.

Orang mengenalnya dari berbagai jalan ada yang tumbuh besar dengan camilan ini di rumah, ada yang baru merasakannya saat merantau atau kuliah, dan ada pula yang pertama kali melihatnya lewat media sosial. Apa pun latar belakangnya, es pisang ijo selalu punya cara untuk menghadirkan rasa akrab, membawa ingatan tentang kampung halaman, dan memperkenalkan cita rasa Nusantara dengan cara yang sederhana tapi berkesan.

Ditulis oleh : Kellyzsa Kenzie Kasuma 






Comments

  1. Jadi kangen makan es pisang hijau sama mama di kampung

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahh memang es pisang ijo bisa bikin nostalgia yaa

      Delete
  2. Gacorcorcorcorcoorrrrrrrrrrrrrrrr gacoorrrrrrr 🔥

    ReplyDelete
  3. Replies
    1. Wahh seleranya cukup samaaa, kalau kaka biasa makan es pisang ijo dimana?

      Delete
  4. Saya juga suka es pisang ijo, apa ada rekomendasi tempat jual es pisang ijo yang enak di jakartw?

    ReplyDelete
    Replies
    1. untuk saya sendiri belum banyak es pisang ijo sih tapi mungkin es pisang ijo cendana bisa jadi referensi dan rekomendasi dari orang” es pisang ijo pemuda

      Delete
  5. Ternyata ga begitu sulit ya bikin es pisang ijo sendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget jadi bisa dicoba untuk ide dessert dirumahh ya

      Delete
  6. Dessert andalan setelah makann

    ReplyDelete
  7. Cukup susah cari es pisang ijo yang enakk sesuai selera saya nihh

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mencoba Cita Rasa Manado di Jakarta : Pengalaman Makan di Restoran Sarang Oci

"Mie Ayam GG Pak Eko: Sebuah Gerobak Mie Ayam yang Tak Pernah Sepi"

Ayam Goreng Mba Ni : Gurihnya Bikin Nagih