πŸ› Pengalaman Makan di Rameshan: Sederhana Tapi Nendang Rasanya!

 

Ditulis oleh: Cherlynn Eysteinn Lie

πŸ› Pengalaman Makan di Rameshan: Sederhana Tapi Bikin Nagih!

Kadang, tempat makan yang paling sederhana justru menyimpan cita rasa yang paling berkesan. Itu juga yang aku rasakan saat mampir ke Rameshan, sebuah tempat makan yang mengusung konsep masakan rumahan dengan lauk dan sayur yang menggoda selera. Dari luar, tempatnya mungkin terlihat biasa saja, tapi begitu mencium aroma masakannya, siap-siap deh perut langsung keroncongan!

🌾 Suasana yang Hangat dan Ramah

Begitu aku masuk ke Rameshan, suasananya langsung terasa hangat dan akrab. Tidak ada dekorasi mewah, tidak ada konsep kafe modern yang penuh hiasan estetik—semuanya sederhana, tapi justru itu yang membuatnya terasa nyaman. Meja-meja kayu tersusun rapi, suara sendok dan piring bersahutan, dan para pengunjung terlihat menikmati makan siang mereka dengan lahap.

Pelayanannya juga ramah. Mbak-mbak di kasir menyambut dengan senyum dan sabar menjelaskan menu yang tersedia. Buat orang seperti aku yang kadang suka bingung pilih lauk, ini sangat membantu. Di meja depan, semua lauk sudah tertata di etalase kaca—tinggal tunjuk mana yang ingin kamu pesan. Konsepnya mirip warteg, tapi dengan sentuhan khas Rameshan yang lebih rapi dan bersih.

🍳 Menu Andalan: Nasi Berkele yang Menggoda!

Dari sekian banyak pilihan, aku akhirnya memutuskan untuk mencoba Nasi Berkele. Katanya, ini salah satu menu favorit di Rameshan, dan setelah mencobanya, aku tahu kenapa banyak yang suka.

Isi dari Nasi Berkele ini cukup sederhana: nasi hangat, telur dadar, sambal, dan kulit ayam goreng. Tapi jangan salah, kombinasi sederhana ini ternyata luar biasa nikmat!

Telur dadarnya tebal, lembut di dalam tapi tetap punya tekstur renyah di pinggir. Rasanya gurih, seperti telur buatan rumah yang dimasak dengan cinta. Sambalnya juga istimewa—pedasnya pas, bukan yang membakar lidah, tapi cukup untuk menambah selera makan. Setiap suapan nasi dengan sambal bikin ingin terus nambah.

Dan yang paling aku suka, tentu saja kulit ayam gorengnya! Kulitnya renyah banget, tapi nggak keras atau berminyak. Begitu digigit, rasa gurih dan kriuknya langsung menyebar di mulut. Paduan antara telur, sambal, dan kulit ayam itu benar-benar bikin ketagihan. Aku sempat menyesal nggak nambah porsi kulit, karena rasanya bikin pengin makan terus!

πŸ– Menu Lain yang Nggak Kalah Menggoda

Buat kamu yang suka eksplor rasa, Rameshan juga punya banyak pilihan lauk lain yang nggak kalah enak. Ada lidah sapi, ayam kremes, paru goreng, tempe orek, dan sayur-sayuran segar seperti sayur lodeh, tumis kangkung, serta sambal goreng kentang.

Banyak pengunjung bilang kalau lidah sapinya empuk dan bumbunya meresap sempurna. Ayam kremesnya juga jadi favorit, karena kremesnya renyah dan gurih, cocok dipadukan dengan nasi hangat. Kalau kamu nggak suka pedas, mereka juga menyediakan sambal yang lebih ringan atau bisa minta tanpa sambal sama sekali.

Satu hal yang aku perhatikan, semua lauk di Rameshan dimasak dengan tampilan bersih dan segar. Nggak ada lauk yang kelihatan sudah lama disajikan. Mungkin karena pengunjungnya ramai, jadi lauknya cepat habis dan terus diganti baru. Ini bikin kualitas rasa tetap terjaga.

πŸ’Έ Harga yang Bersahabat di Kantong

Soal harga, Rameshan juga bisa dibilang ramah banget buat pelajar, mahasiswa, atau siapa pun yang ingin makan enak tanpa bikin dompet tipis. Untuk satu porsi Nasi Berkele dengan telur dadar, sambal, dan kulit ayam, harganya masih di kisaran belasan ribu rupiah saja. Kalau nambah lauk seperti lidah sapi atau ayam kremes, harganya tentu sedikit naik, tapi tetap tergolong murah dibandingkan restoran lain yang menyajikan menu serupa.

Harga minuman juga terjangkau. Ada es teh manis, es jeruk, air mineral, dan kadang tersedia juga jus segar. Es tehnya manisnya pas, dan disajikan dalam gelas besar—sempurna buat menemani makan siang di cuaca panas Jakarta.

πŸ•°️ Cocok untuk Makan Siang Cepat atau Nongkrong Santai

Rameshan termasuk tempat yang cocok untuk semua suasana. Kalau kamu lagi buru-buru, pelayanannya cepat dan efisien—datang, pilih lauk, bayar, duduk, makan, selesai. Tapi kalau kamu ingin santai sambil ngobrol, tempatnya juga nyaman. Musiknya pelan, dan suasananya tidak terlalu bising. Banyak juga karyawan kantor yang datang saat jam makan siang, bahkan ada yang datang rombongan.

Kalau datang agak sore, suasananya lebih sepi dan terasa lebih tenang. Cocok buat kamu yang ingin menikmati makanan sambil menulis, baca buku, atau sekadar istirahat sebentar setelah beraktivitas seharian.

🌿 Cita Rasa Rumahan yang Susah Dilupakan

Yang membuat aku jatuh cinta dengan Rameshan bukan cuma makanannya yang enak, tapi juga rasa “rumahan” yang kuat dari setiap menunya. Semua bumbunya terasa natural, tidak berlebihan, dan setiap hidangan punya cita rasa yang familiar seperti masakan di rumah sendiri. Ada sentuhan hangat yang bikin makan di sini terasa nyaman, bahkan menenangkan.

Bagi banyak orang, makanan bukan cuma soal kenyang, tapi juga soal kenangan. Dan di Rameshan, aku merasa seperti sedang makan di dapur sendiri—bedanya, di sini nggak perlu repot masak atau cuci piring!

πŸ§‚ Pelayanan dan Kebersihan

Kebersihan tempatnya juga patut diapresiasi. Lantainya bersih, meja langsung dibersihkan begitu pengunjung selesai makan, dan alat makannya terjaga higienis. Semua pelayan mengenakan celemek dan bekerja dengan sigap. Hal kecil seperti ini memang sederhana, tapi penting banget buat kenyamanan pengunjung.

Mereka juga melayani dengan cepat dan sopan. Saat aku nanya soal isi menu Nasi Berkele, mbak-nya menjelaskan dengan ramah dan bahkan kasih rekomendasi sambal yang cocok. Sikap ramah seperti ini bikin suasana makan jadi lebih menyenangkan.

πŸ“ Lokasi Strategis

Rameshan berlokasi di area yang cukup strategis (kamu bisa menyesuaikan lokasi sebenarnya di sini), jadi mudah dijangkau dari mana saja. Banyak orang yang mampir saat jam makan siang, terutama mahasiswa dan pekerja kantoran di sekitar daerah itu. Kadang memang harus sedikit antre, tapi nggak lama kok karena sistemnya cepat dan efisien.

πŸ₯’ Kesimpulan: Tempat Makan Sederhana dengan Rasa Luar Biasa

Secara keseluruhan, makan di Rameshan adalah pengalaman yang menyenangkan. Dari suasana tempatnya yang sederhana tapi nyaman, hingga cita rasa makanan yang bikin nostalgia dengan masakan rumah, semuanya terasa pas.

Nasi Berkele benar-benar jadi menu yang menonjol—paduan telur dadar lembut, sambal pedas gurih, dan kulit ayam renyah menciptakan harmoni rasa yang bikin ketagihan. Ditambah harga yang bersahabat dan pelayanan yang cepat, nggak heran kalau banyak orang balik lagi ke sini.

Buat kamu yang mencari tempat makan dengan rasa autentik, porsi pas, dan harga bersahabat, Rameshan adalah pilihan yang nggak akan mengecewakan. Karena kadang, kebahagiaan itu sesederhana sepiring nasi hangat dengan lauk rumahan yang dimasak sepenuh hati. 🍽️πŸ’›



Comments

  1. Boleh kali rekomen restonya πŸ‘€

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa nih resto nya estetik banget lih disini terus cozy juga

      Delete
  2. aduhh jd laperr🀀🀀, fix harus di coba ini

    ReplyDelete
  3. Sangat informatif dan membuat penasaran😍

    ReplyDelete
  4. enak bngt tuh liat foto dr makanan nya, lokasi dimana?

    ReplyDelete
  5. Wah kayak masakan rumahan ya kelihatannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya jadi kamu ngak perlu repot repot lagi nih masak dirumah

      Delete
  6. Wih lauknya banyak ya...rasanya okk ngak nih?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rasanya okk banget loh cobainn dulu pasti ketagihan

      Delete
    2. Hmm...okk nanti ku coba...Btw blog ini makanan nya bervariasi ya ada banyak semuanya tentang makananπŸ’–

      Delete
    3. Iya jadi bisa lihat artikel lain nih...moga moga cocok kan ya...jangan lupa follow juga biar keep in touch terus😁

      Delete
  7. "Cuma kurang pedas nih, bisa lebih mantap lagi kalau pakai sambel."

    ReplyDelete
  8. Wah, tulisan kamu enak banget dibaca! Aku suka gimana kamu nggak cuma bahas rasa, tapi juga cerita di balik makanannya. Jadi pengen coba tempat itu juga, apalagi setelah baca deskripsimu soal teksturnya yang lembut tapi gurih banget πŸ˜‹

    ReplyDelete
  9. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wihh blog ini selalu bisa bikin makanan kelihatan lebih menggoda dari aslinya πŸ˜„
      Aku udah lewat tempat itu beberapa kali tapi belum pernah mampir. Abis baca ini jadi pengen banget cobain.

      Delete
    2. Wihh iyaa dong Terima kasih...yuk mampir cobain pasti ketagihannnn

      Delete
  10. Hahaha ini sih bikin lapar tengah malam πŸ˜‚

    ReplyDelete
  11. Duh, baca ini langsung craving banget 😭
    Makasih udah share, next time aku mau mampir ke situ juga!

    ReplyDelete
  12. Review-nya keren banget!
    Simpel tapi langsung bikin penasaran sama makanannya

    ReplyDelete
  13. Wah ini sih looks so good!
    Langsung masuk daftar tempat yang mau aku datengin

    ReplyDelete
  14. Amazing article, inspiring!!!

    ReplyDelete
  15. Kalau sama lele ada ngak ya?

    ReplyDelete
  16. Bisa refill es teh ngak nih?

    ReplyDelete
  17. Next aku kesini dehh mau cobain

    ReplyDelete
  18. πŸ₯³πŸ˜

    ReplyDelete
  19. Okay...nanti ku coba

    ReplyDelete
  20. Setauku murah harganya dibawah 50rb

    ReplyDelete
  21. Yaudah nanti coba keren juga

    ReplyDelete
  22. πŸ˜›πŸ˜πŸ˜

    ReplyDelete
  23. Nulis banyak artikel lagi dong

    ReplyDelete
  24. Iya nihhh bagus bagus artikel nya

    ReplyDelete
  25. πŸ™€πŸ™€πŸ™€

    ReplyDelete
  26. jd pengen ngajak bebeb kesini

    ReplyDelete
  27. wiuwiu mau ngajak bestiequ

    ReplyDelete
  28. 🀀🀀🀀

    ReplyDelete
  29. 2 hari lg ultah mamaku nih, nanti aku reservasi hihihi

    ReplyDelete
  30. memang menarik tempat ini! aku sudah repeat order yang kesekian kalinya! dabes ini

    ReplyDelete
  31. gak baik min bikin ngiler malam-malam. jd ngidam kan

    ReplyDelete
  32. IYYYYY @/crush mau dong πŸ˜”

    ReplyDelete
  33. ηœ‹θ΅·ζ₯ε₯½εƒε•Š。θΏ™δΈͺεœ°ζ–Ήεœ¨ε“ͺι‡Œ?贡不贡?

    ReplyDelete
  34. 在pik ζœ‰ε—?

    ReplyDelete
  35. Habis kesana balik ke blog ini. gak sia sia, enak bgt aaaa

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mencoba Cita Rasa Manado di Jakarta : Pengalaman Makan di Restoran Sarang Oci

"Mie Ayam GG Pak Eko: Sebuah Gerobak Mie Ayam yang Tak Pernah Sepi"

Ayam Goreng Mba Ni : Gurihnya Bikin Nagih