Waffle Rasa Oreo di Kampus Untar 2: Camilan Simple yang Bikin Nagih πͺπ§
Ditulis oleh: Cherlynn Eysteinn Lie
Waffle Rasa Oreo di Kampus Untar 2: Camilan Simpel yang Bikin Hari Jadi Lebih Manis πͺπ§
Ada hal-hal kecil di kehidupan kampus yang kadang terlihat sepele, tapi justru bisa bikin hari kita jadi jauh lebih baik. Buat sebagian orang mungkin itu secangkir kopi, sebatang cokelat, atau obrolan singkat sama teman di kantin. Tapi buat aku hari itu, kebahagiaan kecil datang dari sesuatu yang nggak terduga: sepotong waffle rasa oreo yang aku beli di kampus Untar 2.
Awal Cerita: Dari Lapar Ringan Jadi Petualangan Rasa
Siang itu, matahari lagi terik-teriknya. Kelas pagi baru selesai, dan aku ngerasa perut mulai protes minta diisi. Bukan lapar berat sih, tapi lebih ke craving manis — semacam kebutuhan mendesak buat ngemil sesuatu yang bisa bikin semangat balik lagi.
Aku pun melangkah ke area kantin di Untar 2. Seperti biasa, suasananya rame banget. Ada yang lagi ngantri beli nasi, ada yang nongkrong sambil scroll TikTok, ada juga yang sibuk bahas tugas kelompok. Aku cuma pengin nyari camilan cepat aja — sesuatu yang ringan tapi enak.
Begitu lewat di depan salah satu stand kecil di pojokan, aromanya langsung nyerang. Campuran antara wangi adonan manis dan sedikit aroma gosong dari waffle yang lagi dipanggang. Aku otomatis berhenti. Di papan menunya tertulis beberapa varian rasa: cokelat, keju, red velvet, matcha, dan satu yang bikin aku penasaran — Oreo Waffle.
Tanpa pikir panjang, aku langsung pesan satu. Harga juga cukup bersahabat buat kantong mahasiswa. Sambil nunggu, aku lihat si abang penjual sibuk menuang adonan ke cetakan waffle, lalu menaburkan remahan oreo di atasnya. Prosesnya kelihatan sederhana, tapi aroma yang keluar tuh luar biasa menggoda.
Waktu yang Tepat untuk Menikmati Hal Sederhana
Sambil menunggu waffle-nya matang, aku duduk di kursi dekat stand itu. Angin sore pelan-pelan mulai berhembus, membawa aroma manis dari beberapa stand makanan lain. Rasanya damai. Di tengah kesibukan tugas, dosen, dan deadline yang nggak ada habisnya, momen duduk santai kayak gini terasa berharga banget.
Waktu akhirnya waffle-nya jadi, abang penjualnya nyodorin piring kertas kecil dengan waffle yang masih hangat. Permukaannya berwarna kecokelatan dengan remahan oreo yang menggoda di atasnya. Aku langsung bisa ngerasain sensasi hangatnya di tangan.
Gigitan pertama — wow, ini enak banget. Luarannya garing pas digigit, tapi bagian dalamnya lembut dan sedikit chewy. Rasa manisnya juga nggak berlebihan, justru seimbang antara adonan waffle yang buttery dan sedikit pahit dari oreo. Sensasi teksturnya pun unik: crunchy dari oreo, lembut dari waffle, dan sedikit creamy dari topping yang meleleh karena panas.
Camilan yang Punya Cerita
Lucunya, makanan sederhana kayak gini sering banget nyimpen kenangan kecil. Aku jadi keinget masa SMA dulu, waktu pertama kali coba bikin waffle di rumah — hasilnya gosong, tapi tetap aku makan karena udah capek nyiapinnya. Sekarang, makan waffle di kampus kayak nostalgia versi yang lebih modern dan praktis.
Setiap kampus pasti punya makanan khas yang dikenal di kalangan mahasiswanya. Ada yang terkenal dengan nasi goreng pinggir jalan, ada yang punya minuman unik, ada juga yang legendaris karena tempat nongkrongnya. Dan sepertinya, di Untar 2 ini, waffle oreo bisa jadi salah satu ikon kecil yang pantas disebut-sebut.
Bukan cuma soal rasa, tapi juga suasananya: aroma manis yang semerbak di tengah panasnya hari, tawa teman-teman yang nongkrong di sekitar, dan momen singkat yang bikin lupa sama tugas kuliah. Kadang yang kita butuhkan bukan liburan ke luar kota, tapi cuma 10 menit menikmati waffle di pojok kampus.
Kombinasi Sempurna: Waffle dan Teman Cerita
Sambil menikmati gigitan terakhir, salah satu teman aku datang dan duduk di sebelah. Dia langsung komentar,
“Eh, beli di mana tuh? Wanginya enak banget!”
Aku cuma nyengir sambil nawarin sepotong kecil. Dan seperti yang aku duga, reaksinya langsung sama: “Wah, ini enak banget sih. Manisnya pas banget.”
Akhirnya kami berdua duduk agak lama di situ, ngobrol ngalor-ngidul soal tugas, dosen, sampai drama kampus yang lagi hangat dibicarakan. Kadang hal kecil kayak gini bisa mempererat pertemanan. Dari cuma beli camilan, jadi bahan obrolan, lalu jadi kenangan kecil yang bakal diingat nanti.
Nilai Plus dari Waffle Oreo Untar 2
Kalau boleh aku nilai, waffle oreo ini punya beberapa poin unggul yang bikin dia beda dari waffle kebanyakan.
-
Tekstur pas banget. Garing di luar, lembut di dalam. Kadang ada waffle yang terlalu kering, tapi yang ini lembutnya masih terasa.
-
Rasa oreo-nya kuat tapi nggak bikin enek. Kombinasi antara manis dan sedikit pahit khas oreo bikin rasa lebih seimbang.
-
Harga bersahabat. Buat ukuran makanan kampus, ini tergolong murah tapi worth it banget.
-
Disajikan hangat. Kadang detail kecil kayak ini penting. Karena waffle paling enak memang dimakan saat baru matang.
-
Tempatnya strategis. Stand-nya gampang ditemukan di area kantin Untar 2, jadi nggak perlu repot nyari.
Waffle Sebagai “Mood Booster”
Jujur, sejak hari itu, aku jadi sering mampir ke stand itu lagi. Kadang sebelum kelas, kadang pas break siang. Nggak selalu beli rasa oreo sih, kadang coba yang lain juga. Tapi entah kenapa, rasa oreo tetap jadi favorit. Ada sesuatu yang comforting dari kombinasi manisnya yang ringan dan aroma khas oreo yang bikin tenang.
Makanan kecil kayak gini emang punya kekuatan tersendiri. Nggak cuma mengenyangkan, tapi juga bisa memperbaiki mood. Di hari-hari di mana tugas menumpuk dan kepala rasanya mau meledak, sepotong waffle hangat bisa jadi penyelamat kecil.
Refleksi Kecil di Tengah Kesibukan
Kadang kita terlalu sibuk ngejar target, nilai, atau deadline, sampai lupa nikmatin hal-hal kecil di sekitar. Padahal, kebahagiaan nggak selalu datang dari hal besar. Kadang cukup dari hal sederhana seperti waffle oreo di kampus yang kita nikmati pelan-pelan sambil ngeliatin orang lalu-lalang.
Dari pengalaman kecil ini, aku belajar bahwa momen istirahat itu penting. Nggak harus mewah, asal bisa bikin pikiran tenang dan hati senang. Siapa sangka, waffle sederhana di kantin bisa ngajarin aku hal itu?
Penutup: Lebih dari Sekadar Waffle
Buat sebagian orang, mungkin waffle oreo di Untar 2 cuma camilan biasa. Tapi buat aku, itu jadi pengingat bahwa kebahagiaan bisa datang kapan aja dan dari mana aja — bahkan dari hal yang kelihatannya remeh.
Setiap kali aku lewat area itu sekarang, aroma waffle yang manis selalu bikin aku senyum kecil. Bukan cuma karena rasanya enak, tapi karena ada kenangan kecil di baliknya: rasa hangat, obrolan ringan, dan momen sederhana di tengah hiruk pikuk dunia kampus.
Jadi kalau kamu anak Untar 2 atau kebetulan lagi main ke sana, coba deh mampir dan beli waffle rasa oreo itu. Siapa tahu kamu juga bakal nemuin kebahagiaan kecilmu sendiri — di antara remahan oreo dan wangi adonan waffle yang baru matang. π«π§✨


Jadi ngiler liatnyaπ
ReplyDeleteπ₯°
DeleteOhh momoyo ada waffle juga ya? Baru tau nih
ReplyDeleteIyaa yuk dicoba
DeleteKita di momoyo bisa pilih toppingnya juga loh seperti ice cream nya vanilla atau strawberry
ReplyDeleteOkk Thank you infonyaπ
DeleteBelom cobain si
ReplyDelete